PENELITIAN ROSTER
TANAH LIAT
DD. BERSAUDARA
DESA KARANGASEM DUSUN KRAJAN KEC.
WIROSARI KAB. GROBOGAN - PURWODADI, JAWA TENGAH
LAPORAN
PENELITIAN DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS
TEKNOLOGI BAHAN
KONSTRUKSI
DISUSUN OLEH :
1.
NUR
ALFIATUN NI’MAH (21010114120113)
2.
SATRIANI
TRI IKHSANTI (21010114130122)
3.
DENNIS
ANUGRAH KURNIAWAN (21010114130123)
4.
MUHAMMAD
AGRA RULLY PUTRA (21010114130190)
5.
DHIMAS
ANDRA FAHREZA (21010114140175)
6.
MUHAMMAD
RAKA RIZKI (21010114130129)
7.
EKKI
DESCA DEVARA (21010114140177)
8.
BIMA
DEWANTARA (21010114140180)
9.
DICKY
EKA PUTRA NUGRAHA (21010114140191)
10. SADAM HUSEIN (21010114130188)
11. HUMAN ADI (21010111140214)
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS
DIPONEGORO
SEMARANG
2014
HALAMAN
PENGESAHAN
PENELITIAN
ROSTER TANAH LIAT
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Teknologi Bahan Konstruksi
Jurusan Teknik Sipil Ekstensi Fakultas
Teknik
Univertas Diponegoro
DISUSUN OLEH :
1.
NUR
ALFIATUN NI’MAH (21010114120113)
2.
SATRIANI
TRI IKHSANTI (21010114130122)
3.
DENNIS
ANUGRAH KURNIAWAN (21010114130123)
4.
MUHAMMAD
AGRA RULLY PUTRA (21010114130190)
5.
DHIMAS
ANDRA FAHREZA (21010114140175)
6.
MUHAMMAD
RAKA RIZKI (21010114130129)
7.
EKKI
DESCA DEVARA (21010114140177)
8.
BIMA
DEWANTARA (21010114140180)
9.
DICKY
EKA PUTRA NUGRAHA (21010114140191)
10. SADAM HUSEIN (21010114130188)
11. HUMAN ADI (21010111140214)
Semarang,10
Oktober 2014
Disetujui
oleh :
Dosen
Pembimbing
Ir.
Frida Kristiani, MT
NIP.
195907021987032001
i
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada
Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rahmat, hidayah dan karuia-Nya yang telah
menyertai kami selama penyelesaian laporan Penelitian Roster tanah liat.
Selama proses penelitian dan
penulisan karya ilmiah ini kami banyak mendapatkan dukungan dan bantuan dari
berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini kami mengucapkan
terimakasih kepada :
1. Bapak
Ir. Moga Narayudha, Sp1, Ibu Ir. Frida Kistiani, MT selaku dosen pembimbing
yang senantiasa menyediakan waktu dan memberikan masukan-masukan, saran serta
pengarahan yang berharga kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan laporan
ini.
2. Orang
tua kami yang telah memberikan bantuan baik secara moral maupun materiil.
3. Rekan-rekan
Teknik Sipil yang telah memberikan dukungan , masukan, berbagai pengalaman dan
ilmu sehingga membantu kelancaran penulisan laporan ini baik secara langsung
maupun tidak langsung.
4. Serta
seluruh pihak yang telah membantu kami dalam kelancaran penelitian ini.
Seperti
halnya kata pepatah “ Tiada gading yang tak retak ”, kami selaku penulis
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Harapan kami, semoga laporan
ini bermanfaat bagi kami, pembaca dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Atas pehatian pembaca kami mengucapkan terma
kasih.
Semarang,
10 Oktober 2014
Tim
Peneliti
ii
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Melihat perkembangan dewasa ini pembangunan
gedung-gedung dan bangunan lain seperti rumah, mushola dll telah berkembang
sangat pesat dalam hal fungsional dan estetika. Hal ini menyebabkan roster menjadi salah satu bahan bangunan non
struktural yang banyak di minati untuk perkembangan pembangunan saat ini.
Roster merupakan bahan konstruksi non
struktural yang memiliki karakter khusus berupa lubang atau hollow. Biasanya
orang menyebutnya sebagai batu angin.
Roster ini memiliki fungsi sebagai ventilasi atau lubang angin yang biasanya di
tempatkan diatas jendela atau diatas pintu. Namun dewasa ini roster juga
memiliki fungsi sebagai bahan eksterior bangunan yaitu sebagai pagar yang
diaplikasikan di taman atau pagar rumah. Karena roster memiliki motif tertentu
yang bila disusun membentuk pola geometris, roster juga digunakan sebagai
pembentuk aksen supaya bangunan tampak lebih indah.
Salah satu jenis
roster yang ditinjau dari bahannya adalah roster tanah liat, roster ini
berbahan dasar tanah liat yang dicampur dengan tanah gesik dan air dengan
takaran atau perbandingan tertentu.
Untuk mengetahui
lebih jauh bagimana proses pembuatan roster tanah liat ini, kami sepakat untuk
melakukan penelitian ke pabrik pembuatan roster tanah liat yang lokasinya
berada di Desa Karangasem Kec. Wirosari Kab. Grobogan, Purwodadi. Kami
melakukan penelitian ke pabrik persebut pada hari Kamis 02 Oktober 2014.
B. Perumusan Masalah
1. Apakah
roster itu ?
2. Apa
saja komponen utama penyusun roster tanah liat?
3. Bagaimana
alur proses pembuatan roster tanah liat?
4. Apa
sajakah sifat fisik, kimia dan mekanik pada roster tanah liat?
5. Apa
saja kekurangan dan kelebihan roster tanah liat?
6. Apa
saja kegunaan roster tanah liat?
7. Bagaimana
aplikasi roster tanah liat?
8. Apa
yang menyebabkan kegagalan dalam pembuatan roster tanah liat ?
A.
Tujuan Penelitian
1. Untuk
memenuhi tugas kuliah Teknologi Bahan Konstruksi
2. Untuk
menambah pengalaman dan wawasan dalam duni Teknologi Bahan Konstruksi
3. Untuk
mengetahui pengertian roster
4. Untuk
mengetahui komponen utama apa saja yang menyusun roster tanah liat.
5. Untuk
mengetahui alur proses pembuatan roster tanah liat.
6. Untuk
mengetahui sifat fisik, kimia dan mekanik daripada roster tanah liat itu
sendiri.
7. Untuk
mengetahui kekurangan dan kelebiihan roster tanah liat.
8. Untuk
mengetahui kegunaan roster tanah liat.
9.
Untuk mengetahui bagaimana aplikasi
roster tanah liat.
10. Untuk
mengetahui kendala apa saja yang menyebabkan kegagalan dalam produksi roster
tanah liat.
B.
Manfaat Penelitian
1. Bagi
Peneliti
Mengetahui lebih jauh
seluk beluk roster tanah liat, dari bahan dasar sampai barang jadi. Dan
mengetahui juga bagaimana proses pemasaran roster tanah liat. Sehingga menambah
pengalaman dan wawasan peneliti.
2. Bagi
Masyarakat
Mengetahui apa saja
yang berkaitan dengan roster tanah liat, antara lain pengertian roster tanah
liat, komponen utama penyusun roster tanah liat, proses pembuatan, sifat sifat
roster tanah liat, kelebihan dan kekurangan roster tanah liat hingga kegunaan
serta aplikasinya sehingga dapat digunakan secara maksimal dalam pembangunan.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
KAJIAN
TEORI
Roster
merupakan balok berlubang yang memberikan fungsi sebagai lubang angin untuk
memperlancar arus udara keluar masuk rumah secara alami sehingga suasana rumah
menjadi lebih sejuk dan nyaman. Bahan dasar roster banyak ragamnya dari kayu,
tanah liat, keramik ataupun campuran semen dan pasir. Kebanyakan roster yang
dipakai untuk dinding berasal dari tanah liat dan batako. Roster dari
tanah liat dipakai karena warna merah bata membawa kesan natural dan unik,
sementara bahan dari batako dipilih karena harganya lebih murah di pasaran.
Roster dengan bahan dasar yang berbeda akan lain pula penerapannya. Roster
berbahan kayu atau keramik sangat cocok diaplikasikan pada rumah bergaya
tropis. Roster bata dari tanah liat akan menambah kesan natural dan eksotis
suatu rumah. Sementara roster dengan bahan batu cocok diaplikasikan pada rumah
bergaya minimalis. Dalam mengaplikasikan roster sebagai dinding, Anda perlu
memperhatikan fungsi ruang di bagian baliknya. Karena bentuknya yang penuh
lubang, jika ruangan di belakangnya adalah ruang tamu atau ruang keluarga, maka
perlu disiasati agar panas matahari dan air hujan tidak bebas masuk.
Material
bernama "roster" ini tadinya hanya diletakkan di atas jendela atau
pintu sebagai ventilasi atau pada area-area tertentu yang membutuhkan arus
udara secara alami. Namun seiring dengan perkembangan waktu, roster sekarang
juga mulai dipergunakan sebagai bahan pembentuk dinding yaitu untuk memberikan
variasi keindahan dari dinding, memberikan aksen ruangan serta mengurangi kesan
kaku dan monoton yang diberikan oleh dinding polos. Bahkan roster pun dapat
diterapkan pada kamar mandi untuk memberikan suasana yang lebih sejuk di dalam
kamar mandi. Dengan penerapan yang tepat
dan berselang-seling dengan dinding penuh, ruang privasi Anda akan tetap
terlindung. Satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan menggunakan
roster sebagai dinding adalah selain masuk keluarnya udara ke ruangan, debu dan
kotoran pun akan ikut terbawa masuk ke dalam ruangan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.
Setting Penelitian
1. Tempat
Penelitian
Penelitian dilaksanakan
di pabrik pembuatan ROSTER TANAH LIAT “DD. BERSAUDARA” yang terlatak di Desa
Karangasem Dusun krajan kec/ Wirosari Kab Grobogan-Purwodadi , Jawa tengah.
2. Waktu
Penelitian
Penelitian dilaksanakan
pada hari Kamis, 02 Oktober 14 mulai pukul 15.00 hingga 17.00.
B.
Subyek dan Obyek Penelitian
Subjek penelitian
adalah pabrik ROSTER TANAH LIAT yang berdiri kurang lebih selama sepuluh tahun.
Sedangkan obyek penelitian adalah ROSTER TANAH LIAT yang di produksi oleh DD.
BERSAUDARA.
C.
Variabel Penelitian
Variabel penelitian
kali ini antara lain bagaimana proses pembuatan ROSTER TANAH LIAT, apa saja bahan penyusunnya, spesifikasi,
kualitas/mutu kekuatan, ukuran, jenis roster tanah liat, kegunaan roster tanah
liat, kelebihan dan kekurangan roster tanah liat, hingga sifat-sifat yang ada
pada roster tanah liat.
D.
Sumber Data
Peneliti menggunakan
pengumpulan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer terdiri dari
wawancara dan pengamatan secara langsung , sedangkan sumber data sekunder yaitu
melalui pembukuan proses pembuatan ROSTER TANAH LIAT.
E.
Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang
digunakan, meiputi :
1. Metode
Observasi atau pengamatan
Observasi penelitian
kali ini adalah observasi langsung, yaitu peneliti melihat dan mengamati secara
langsung bagaiman proses pembuatan ROSTER TANAH LIAT, kemudian mencatat
kejadian yang terjadi sebenarnya.
2. Metode wawancara
Dalam penulisan laporan
ini penulis juga menggunnakan metode wawancara dengan pengelola pabrik
pembuatan ROSTER TANAH LIAT tsb, sekaligus mencatat informasi-informasi penting
mengenai ROSTER TANAH LIAT yang di dapat saat survei itu juga guna mengetahui
lebih jelas proses pembuatan ROSTER TANAH LIAT.
3. Metode
Dokumentasi
Peneliti juga tidak
lupa untuk mendokumentasikan tahap-tahap pembuatan ROSTER TANAH LIAT dari
proses pencampuran bahan-bahan utama hingga roster siap di pasarkan.
4. Metode
Refrensi
Dalam penelitian ini
juga peneliti mengumpulkan data dari berbagai refrensi, seperti buku dan
internet yang berhubungan dengan bahan penulisan.
F.
Validasi Data
Untuk menguji kebenaran
dan keabsahan data, maka validasi data yang digunakan adalah triangulasi
metode. Triangulasi metode adalah pengumpulan data sejenis dengan menggunakan
metode yang berbeda. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode observasi dan
wawancara.
G.
Analisis Data
Berdasarkan paparan di
atas, peneliti menganalisis dan menggunakan teknik 5W+1H sebagai berikut :
1.
What
Roster/roster , beberapa orang sering menyebutnya sebagai
batu angin adalah sebuah material bangunan yang terbuat dari tanah liat, dapatdan
juga terbuat dari beton, keramik,
ataupun kayu. Roster mempunyai fungsi sebagai lubang utilitas untuk penghawaan
dalam hal ini adalah udara (angin) dan pencahayaan di siang hari pada sebuah
ruang dalam satu bangunan. Jadi ROSTER TANAH LIAT adalah sebuah material
bangunan yang berbahan dasar tanah liat.
2.
Where
ROSTER TANAH LIAT mulai
banyak di produksi di Indonesia. Untuk saat ini DD. BERSAUDARA adalah salah
satu produsen pembuatan ROSTER TANAH LIAT di Indonesia.
3.
When
Teknik pembuatan ROSTER
TANAH LIAT sudah masuk ke Indonesia tak di ketahui masanya, namun produksi
pembuatan ROSTER ini berkembang pesat pada era 50an, baik itu roster beton
ataupun tanah liat. Sedangkan DD. BERSAUDAR sendiri sudah berdiri kurangn lebih
sepuluh tahunan di Desa Karangasem Kecamatan Wirosar, Purwodadi.
4.
Who
ROSTER TANAH LIAT di
produksi oleh DD. BERSAUDARA dan di gunakan oleh masyarakat Purwodadi khususnya
dan masyarakat Jawa Tengah umumnya.
5.
Why
ROSTER TANAH LIAT kini
menjadi bahan konstruksi pilihan karena di nilai memiliki kelebihan tersendiri
daripada roster dari bahan lain
6.
How
Proses pembuatan ROSTER
TANAH LIAT ini cukup sederhana dan mudah. Proses pembuatannya dilakukan selama
3 hari. Sedangkan untuk pemasaran, ROSTER TANAH LIAT dipasarkan dengan harga
yang ekonomis.
BAB IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Roster
Roster adalah
salah satu material nonstruktural yang mempunyai karakter khusus berupa
lubang/hollow sesuai dengan fungsinya sebaagai ventilasi udara. Berdasarkan
bahan material utama penyusun roster, roster dibagi menjadi 4, meliputi :
1.
Roster Tanah Liat
2.
Roster beton
3.
Roster keramik
4.
Roster kayu
B. Komponen Utama Penyusun Roster tanah
liat
1. Bahan
a. Bahan
Utama
1).
Tanah Liat
2).
Tanah Gesik
b. Bahan Tambahan
1).
Air
2).
Kayu Bakar (untuk proses pengovenan dan pembakaran)
2. Alat
a. Cangkul
b. Molen
c. Penggiling
d. Cetakan
e. Tungku
Oven dan Pembakaran
C.
Alur Proses Pembuatan Roster Tanah Liat
Proses
Pencampuran Bahan
TANAH LIAT
+
TANAH GESIK
+
AIR
Diaduk dengan menggunakan cangkul
Dimasukkan kedalam molen sehingga
terbentuk adonan
Proses penggilingan dengan molen
Adonan di
rapikan
Adonan Siap Dituang dalam Penggilingan
Proses Penggilingan
Hasil Gilingan Siap Untuk Dicetak
Proses
Pencetakan
Proses angin-angin
Didiamkan dan
diangin-anginkan di Rak selama 1 hari 1 malam
Proses pengeringan
dengan cara di jemur
dijemur
selama 1 hari
Proses
Pengovenan
Pengovenan
dengan api kecil selama 15 jam,
Proses
Pembakaran
Pembakaran
selama 15 jam dengan api besar
Roster Disortir
dan Siap Didistribusikan
D.
Perbedaan warna
Pada proses
pembuatan roster tanah liat, terdapat perbedaan warna yang signifikan.
1.
Pada tahap awal (cetakan), roster basah
berwarna coklat liat.
2.
Pada tahap
angin-angin (pengeringan), roster berwarna cream.
3.
Pada tahap
pengovenan dan pembakaran, roster berwarna merah bata.
E.
Produk yang gagal
Gosong Pecah setelah pembakaran
Pecah saat proses pengeringan Gagal saat pencetakan
F.
Sifat-Sifat Roster Tanah Liat
1. Sifat
Kimia
Sifat kimia pada tanah liat itu sendiri
adalah terbentuk dari senyawa hidro aluminium silikat, kalium, natrium dan
magnesium.
2. Sifat
Fisik
a. Warna
Roster Tanah Liat
warna roster tanah liat yang siap
didistribsikan berwarna merah bata.
b. Ukuran roster tanah liat
|
TIPE
|
UKURAN
|
HARGA
|
|
Kecil
|
8x20
|
800
|
|
Sedang
|
20x20
|
1300
|
|
Besar
|
25x25
|
2000
|
3. Sifat
Mekanik
a. Penyerapan
Air
Roster tanah liat memiliki daya serap
yang rendah, sehingga ketika suatu dinding bangunan menggunakan roster tanah
liat, dinding bangunan tersebut tidak terlalu lembab dan tidak mudah mengalami
kebocoran.
b. Ketahanan
Api
Roster tanah liat ini memiliki ketahanan
api yang tinggi, sehingga ketika terbakar tidak mudah hancur.
G.
Kegunaan Roster Tanah Liat
1. Untuk dinding bangunan
2. Untuk
ventilasi atau angin-angin
3. Untuk
bahan eksterior bangunan yaitu sebagai pagar yang diaplikasikan di taman atau
pagar rumah.
4.
Sebagai aksen ruangan, serta mengurangi kesan kaku
dan monoton yang diberikan oleh dinding polos.
H.
Kelebihan dan Kekurangan Roster Tanah Liat
1. Kelebihan
a. Harga
lebih ekonomis.
b. Mudah
didapat.
c. Memiliki
warna yang alami sehingga tidak memerlukan tambahan cat.
d. Memiliki
nilai estetika
e. Ramah
lingkungan (berasal dari alam)
f. Daya
serap air kecil, sehingga roster tidak mudah lembab.
g. Awet,
tidak mudah retak.
2. Kekurangan
a. Memerlukan
proses pembakaran yang relatif lama.
b. Limbah
tidak dapat didaur ulang.
c. Mudah
Rapuh.
d. Tidak
cukup kuat untuk menahan bebnan berat.
e. Proses
pemasangan lebih sulit, sehingga harus lebih berhati-hati.
f. Jika
pemasangan roster pada dinding eksterior tidak dilakukan dengan benar maka
percikan air hujan bisa masuk kedalam rumah/ruangan.
g. Proses
pemasangan memerlukan waktu yang relatif lama, sehingga membutuhkan biaya yang
mahal untuk membayar para pekerjanya.
I.
Aplikasi Roster Tanah Liat
Umumnya roster tanah liat ini diaplikasikan sebagai:
Eksterior : sebagai fasad , pagar , teras/balkon. Carport,
taman.
Interior : ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar mandi,
kamar tidur.
J.
Kendala Produksi
a.
Kurangnya tenaga
kerja.
b.
Tenaga kerja
tidak tepat waktu dalam bekerja sehingga setiap proses produksi harus di awasi.
c.
Cuaca sangat
mempengaruhi lamanya waktu produksi pembuatan roster.
d.
Terlambatnya pengiriman
stok bahan sehingga proses pembuatan roster menjadi tertunda.
K.
Spesifikasi
Sebagai
bahan bangunan nonstruktural, roster merupakan produk yang harus memenuhi
beberapa persyaratan sesuai dengan SNI DT 91-0009-2007 tentang Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan
dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan. Standar ini menetapkan
indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan
pekerjaan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para
pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan dinding untuk bangunan gedung dan
perumahan.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Roster
tanah Liat merupakan roster yang mana komponen utamanya adalah tanah liat yang
di campur dengan tanah gesik serta air
Roster tanah liat ini memiliki nilai estetika yang lebih daripada roster
bahan lain, karena roster tanah liat ini memiliki warna yang lebih alami.
Keunggulan lain roster tanah lilat ini adalah awet, daya serap air rendah, dan
tahan terhadap suhu tinggi.
Dengan
semua faktor kelebihan tersebut, dapat disimpulkan bahwa roster tanah liat
adalah bahan bangunan yang baik, sehingga tepat jka masyarakat menggunakannya
sebagai dinding, ventilasi atau angin-angin, pagar pada taman, dan sebagai
aksen ruangan agar tidak kelihatan monoton.
B.
SARAN
Ditinjau
dari asal bahan utama roster tanah liat serta proses pembuatannya, roster tanah
liat merupakan bahan material yang lebih ramah lingkungan dibandingkan roster beton, roster
juga multifungsi, dapat berfungsi sebagai dinding, ventilasi, ataupun hiasan
aksen supaya dinding tampak lebih indah karena memiliki nilai estetika yang
lebih alami dibandingkan roster beton. Oleh karena itu di sarankan agar
masyarakat menggunakan roster tanah liat ini sebagai bahan konstruksi pilihan.
Disamping fungsinya, roster juga harganya relatif murah dan banyak dijumpai di berbagai toko bangunan.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN